Langsung ke konten utama

MENGANTISIPASI DAN MEMINIMALISIR MENTAL ILLNESS

Cari tau yuk bagimana sih cara untuk mengantisipasi dan meminimalisir mental illness agar tidak terjadi pada diri kita...


    Sebelum kita membahas tentang bagaiamana cara dalam mengantisipasi dan meminimalisir mental illness, kamu juga harus tau dan pahami dulu tentang tanda-tanda jika mentalmu sedang lelah yang dapat mengakibatkan kamu berisiko mengalami gangguan mental. Lalu apa aja sih tanda-tandanya?
  1. Kamu masih merasa capek padahal udah istirahat semalaman. Hal ini berarti bahwa selama kamu tidur semalaman, itu yang istirahat hanya fisikmu saja bukan mentalmu. 
  2. Sering melamun dan ingin keluar dari kenyataan yang ada. Kondisi ini ada karena kamu sedang menghadapi suatu permasalahan yang sulit untuk diselesaikan
  3. Perubahan emosi yang mendadak. Kondisi ini terjadi ketika kamu mudah tersinggung, gampang nangis tanpa alasan yang jelas.
  4. Berusaha untuk terlihat baik-baik saja. Kondisi seperti ini kamu tidak hanya membohongi orang lain terkait kondisi mu tetapi juga membohongi diri mu sendiri untuk terlihat baik-baik saja. Semakin diri kita dipaksa untuk terlihat bahagia, kita akan semakin capek.
  5. Ingin menyembunyikan diri dari orang lain. Dalam kondisi ini biasanya kamu akan pergi ke tempat yang tak banyak diketahui orang, tak jarang kasus bunuh diri berawal dari kondisi ini. Dimana keadaan dan tempat yang sepi akan membuatmu memikirkan banyak hal yang negatif
CARA MENGATASI CAPEK MENTAL
  1. Berpegang teguh pada keputusan. Kalo kamu lagi dihadapkan pada sebuah pilihan, segera tentukan mana yang terbaik untuk kalian
  2. Mengurangi penggunaan gadget dan sosmed untuk sementara waktu
  3. Sudahi Penyesalan. Kamu harus segera bangkit dan terus melakukan hal-hal baik yang membuatmu senang
  4. Bergaul dan perbanyak relasi. Jangan terus-terusan mengurung dan berdiam diri dikamar, di luar sana ada banyak orang-orang baik untuk kamu
  5. Buatlah daftar prestasi, dengan begitu kamu akan berpikir bahwa kamu adalah orang hebat
KEBIASAAN SIMPEL YANG BISA MEMBUATMU TERHINDAR DARI MENTAL ILLNESS
  1. Meditasi. Meditasi merupakan cara terbaik untuk menjaga kesehatan mentalmu seiring dengan bertambahnya usia. Meditasi tak hanya melatih otak untuk memperbaiki fokus, tapi juga bisa meminimalisir rasa cemas.
  2. Bersyukur. Meluangkan waktu sejenak untuk menghitung berkah yang kamu dapat bisa menambah kebahagian mu. Bersyukur bisa membantu seseorang dalam menangani stress, mengurangi depresi dan sifat agresif, serta meningkatkan empati.
  3. Mencoba hal yang baru. Kamu harus mengambil kesempatan baik agar kamu bisa keluar dari zona nyamanmu. Kamu nggak akan pernah tau pengalaman apa yang akan kamu dapat sebelum kamu mencobanya.
  4. Tidur yang cukup. Kurang tidur bisa menyebabkan gangguan mental seperti kecemasan dan depresi. Otak kita akan mengalami proses reboot setiap malam, terutama untuk mengisi ulang tenaga sehingga kita merasa lebih segar di pagi hari. Jika tidak mendapat waktu tidur cukup selama 7 sampai 9 jam maka otak tidak akan memiliki waktu untuk memulihkan kemampuannya
  5. Tertawa terbahak-bahak. Kebahagian berjalan seiring dengan tawa dan humor merupakan pereda stress yang baik. Orang yang mentalnya sehat cenderung merayakan hal-hal kecil dan akan tertawa terbahak-bahak
    Hellow good people, jadi seperti itulah kira-kira cara yang tepat untuk meminimalisir dan mengantisipasi agar mental illness tidak terjadi pada kita. Sebelum itu, kamu juga harus pahami dulu bagaimana ciri dari berbagai gangguan mental dan juga tanda-tanda jika dirimu sudah mulai capek mental. Okeyy, see you good people tetap jaga kondisi mentalmu yaaa😉😊

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SKIZOPHRENIA

 Apasih sebenarnya skizophrenia itu?      Pernahkah kalian mendengar istilah skizophrenia ? Atau mungkin baru kali ini kalian mendengar tentang istilah ini? Jadi skizhophrenia ini adalah penyakit mental yang paling mematikan lhoo. Penyakit ini dianggap mematikan karena dapat mengganggu pikiran dan perilaku penderitanya serta terjadi dalam jangka panjang. Penderitanya akan sering mengalami halusinasi, delusi dan pikiran yang kacau. Dalam jangka waktu yang panjang apabila penderitanya tidak segera mendapat penanganan khusus maka mereka akan kesulitan bahkan tidak bisa membedakan antara realita dengan halusinasi yang ada dalam pikirannya. Daya ingat merekapun juga berkurang dan sulit mengendalikan pikirannya.Penyakit mental yang satu ini sering terjadi pasa usia remaja hingga dewasa lhoo, kira-kira pada rentang usia 16 hingga 30 tahun. Di Indonesia sendiri sudah banyak masyarakat yang terserang penyakit ini, sebanyak 14% penderitanya bahkan sering mengalami pemasungan...

BORDERLINE PERSONALITY DISORDER (BPD)

 Mengenal lebih jauh tentang Borderline Personality Disorder      Borderline personality disorder (BPD), adalah salah satu gangguan kesehatan mental yang belum banyak dikenal oleh mayarakat umum. Bahkan mungkin saja ada sebagian orang yang mengalami gejalanya tanpa tahu jika ia mengidap BPD. Gangguan ini merupakan gangguan kejiwaan yang berpengaruh pada bagaimana kamu memandang dirimu sendiri dan orang lain. Penderitanya sering mengalami kesulitan dalam mengelola emosi dan pola hubungan yang tidak stabil. Kondisi inilah yang menimbulkan munculnya sikap impulsif pada penderitanya. Mereka akan sering mengalami depresi, gelisah, mudah terpancing amarah.  TANDA DAN GEJALA      Pengidap BPD akan mengalami perubahan mood yang ekstrem dalam dirinya. Kondisi seperti inilah yang berpengaruh terhadap bagaimana penderitanya memandang diri mereka sendiri serta bagaimana harus bersikap dalam berhubungan dengan orang lain. Pengidapnya juga akan dengan mcepat m...

GENERASI MUDA DAN MENTAL ILLNESS

Taukah kalian jika para generasi muda masa kini adalah orang yang sangat rentan mengalami  mental illness?  Lalu mengapa bisa demikian?  sumber gambar: (www.alinea.id)      Adanya tuntutan dan beban hidup yang semakin tinggi membuat banyak kaum muda mudi masa kini yang merasa terbebani dengan pikiran yang berlebihan. Anak muda sekarang cenderung memiliki sifat perfeksionisme yang menyebabkan mereka menjadi seorang pribadi yang ambisius. Menurut survei yang telah dilakukan oleh WHO, banyak dari anak muda jaman sekarang yang sangat rentan akan   mental illness.  Salah satu yang menjadi faktor utamanya adalah mereka sering memikirkan suatu hal dengan berlebihan atau overthinking terhadap berbagai hal khususnya tentang masa depan mereka utamanya masalah ekonomi. Tingginya biaya hidup pada masa mendatang membuat mereka merasa tertekan dengan kondisi yang nantinya akan mereka hadapi, misalnya saja persoalan terkait dengan pekerjaan yang tidak men...